Sejarah PPS Talago Kurambik Bagian 1 : Awal Perjalanan

Perguruan Pencak Silat (PPS) Talago Kurambik merupakan bagian dari PPS Talago Biru Indonesia yang didirikan oleh Bapak Afrizal Can Sutan Rajo Mudo Pandeka Rajo Api, selaku Guru Tuo PPS Talago Biru Indonesia. Beliau memiliki tujuan bahwa dengan semakin banyaknya perguruan silek di masing-masing daerah, maka semakin cepat pula pertumbuhan dan perkembangan tradisi serta budaya di daerah tersebut.

Kisah berdirinya PPS Talago Kurambik berawal dari perjalanan seorang murid beliau menuju Pasar Rao (Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman). Dalam perjalanan tersebut, ia singgah di sebuah kampung bernama Tanah Putus (Napolan Baru, Kecamatan Padang Gelugur), tepatnya di sebuah kedai kopi. Di sana tinggal salah seorang mamak (biasa dipanggil Daka) dari murid Bapak Afrizal Can tersebut.

Sambil menikmati kopi, keduanya (mamak dan kemanakan) berbincang panjang lebar mengenai karakter generasi muda, silek, dan senjata khas Minangkabau. Di tengah pembicaraan, terbersit ide dari Daka untuk membuka perguruan silek di kampung tersebut. Alasannya, banyak generasi muda yang belum memiliki arah yang jelas, serta pada jam-jam rawan sering terjadi aktivitas negatif.

Murid Bapak Afrizal Can menyetujui ide tersebut, dengan syarat Daka dapat mengumpulkan sedikitnya sepuluh anak, remaja, atau pemuda kampung dalam waktu satu pekan. Daka menyanggupi syarat tersebut. Setelah menutup pembicaraan, murid itu pun pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Pasar Rao.

Seminggu kemudian, murid Bapak Afrizal Can kembali ke Kampung Tanah Putus untuk menemui Daka. Setibanya di sana selepas salat Isya, ia melihat Daka duduk bersama dua orang remaja. Istri Daka, yang akrab disapa Uni Ayu, mempersilakan masuk. Setelah saling bersalaman, mereka kembali membahas rencana pembukaan perguruan sambil menikmati kopi yang telah dihidangkan.

Saat ditanya jumlah peserta yang terkumpul, ternyata baru ada dua remaja yang hadir. Meski demikian, murid Bapak Afrizal Can tetap memutuskan untuk memulai latihan sebagai bentuk promosi awal di kampung tersebut.

Pada pekan berikutnya, berkat usaha gigih Daka, semakin banyak remaja yang berkumpul. Maka secara resmi berdirilah Perguruan Pencak Silat Talago Biru Pasaman – Unit Tapus (Padang Gelugur). Setelah pembukaan, murid Bapak Afrizal Can segera melaporkan hal ini kepada Ketua PPS Talago Biru Indonesia Cabang Pasaman, Bapak Rafdinal Sutan Kinantan, beserta seluruh Guru Taralak di Pasaman.

Beberapa bulan kemudian, murid tersebut menemui kembali Bapak Afrizal Can untuk melaporkan perkembangan kegiatan di Kampung Tanah Putus. Beliau sangat mendukung kemajuan unit tersebut. Dalam perjalanan waktu, murid itu teringat isi AD/ART PPS Talago Biru Indonesia, di mana terdapat nama perguruan “Talago Kurambik” sebagai bagian dari PPS Talago Biru Indonesia (Pasal 27, poin 6).

Mendengar hal itu, Bapak Afrizal Can tersenyum dan menjelaskan bahwa nama Talago Kurambik sudah lama tidak digunakan. Ia lalu bercerita bahwa di Maninjau terdapat sebuah kampung kecil bernama Kampung Kurambik, yang di hutan sekitarnya banyak dihuni kambing hutan. Dari nama kampung inilah beliau mengambil inspirasi untuk menamai perguruan Talago Kurambik sebagai bagian dari PPS Talago Biru Indonesia.

Kini, PPS Talago Kurambik berdiri di Kampung Tanah Putus (Napolan Baru, Padang Gelugur) dengan alamat sekretariat:
Jalan Medan–Padang No. 27, Napolan Baru, Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.


Comments

Popular posts from this blog

Menjaga Warisan - Membentuk Karakter

PPS TALAGO KURAMBIK PAGEL

Sejarah & profil singkat PPS Talago Kurambik Padang Gelugur {Bagian 1}