Menjaga Warisan - Membentuk Karakter
Menjaga Warisan, Membentuk Karakter
Di tengah arus zaman yang kian deras, warisan leluhur seringkali tergeser oleh budaya instan. Namun, di sebuah sudut nagari di Padang Gelugur, Pasaman, berdiri tegak sebuah perguruan yang berkomitmen menjaga akar budaya Minangkabau sambil membentuk generasi muda yang berkarakter. Itulah Pencak Silat Talago Kurambik.
Sejarah dan Makna
Nama Talago Kurambik diambil dari dua simbol penting. Talago melambangkan sumber kehidupan—jernih, menenangkan, dan memberi manfaat bagi sekitarnya. Kurambik berarti ulet, tangkas, dan gesit dalam menghadapi tantangan. Dua kata ini menyatu menjadi falsafah hidup setiap anggota perguruan: menjadi pribadi yang bermanfaat dan kuat menghadapi kehidupan.
Berasal dari suatu kampung kecil di Maninjau, kabupaten Agam, bernama Kampung "Kurambik sejarah kampung" yangmana dihutan nya banyak dihuni oleh kambing hutan (Cerita dari Guru Tuo Taralak, Bapak Afrizal Can Sutan Rajo Mudo Pandeka Rajo Api)Guru Tuo Taralak
Didirikan dengan semangat adat Minangkabau yang berpadu dengan nilai-nilai agama Islam, perguruan ini bukan hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga mendidik jiwa. Prinsip “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” menjadi landasan utama setiap gerak dan langkah.
Filosofi dan Nilai Utama
Jalan nya (aliran silat) ialah Taralak dipandang sebagai jalan pembentukan manusia seutuhnya—jasmani, akal, dan ruhani. Nilai-nilai yang dijunjung tinggi meliputi:
1. Hormat kepada guru, orang tua, dan sesama.
2. Disiplin dalam latihan dan kehidupan sehari-hari.
3. Keberanian untuk membela kebenaran.
4. Kebersamaan sebagai keluarga besar perguruan.
5. Keseimbangan antara kekuatan fisik dan keluhuran budi.
Peran dalam Masyarakat
Perguruan Pencak Silat Talago Kurambik berperan ganda:
*Pelestari budaya: menjaga jurus-jurus asli Minangkabau agar tidak punah.
*Pusat pembinaan karakter: melatih generasi muda menjadi pemimpin yang berakhlak.
*Penggerak sosial: terlibat dalam gotong royong, kegiatan adat, dan bakti sosial.
Latihan rutin dilaksanakan 2 (dua) kali seminggu, namun pembinaan karakter berlangsung setiap saat. Dari gelanggang latihan hingga kehidupan sehari-hari, anggota dididik untuk mengamalkan nilai-nilai yang mereka pelajari.
Arah dan Harapan
Ke depan, Talago Kurambik menargetkan pembukaan ranting di berbagai daerah, pelatihan di sekolah-sekolah, dan penyusunan modul resmi pembinaan 6 tingkatan. Harapannya, perguruan ini menjadi pusat pelatihan silek yang melahirkan generasi kuat, beradab, dan siap menjaga marwah nagari.
Ajakan
Bagi masyarakat yang ingin belajar silek tradisi sekaligus membentuk karakter, pintu Talago Kurambik selalu terbuka. Mari bergabung, melestarikan warisan, dan menjadi bagian dari keluarga besar yang menghidupkan kembali semangat anak nagari.
"Dari gelanggang, untuk nagari."
Comments
Post a Comment